Ramadan di Kota Prabumulih selalu semarak dengan deretan penjual makanan berbuka yang memenuhi pinggir jalan utama. Namun, bagi para pelaku usaha kecil, kompetisi yang ketat dan kenaikan harga bahan baku sering kali menjadi hambatan untuk meraih keuntungan maksimal. Melihat kondisi ini, Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) di wilayah tersebut mengambil peran unik di luar bidang olahraga. Mereka memberikan dukungan nyata bagi para pedagang takjil Prabumulih melalui program pemberdayaan ekonomi kreatif agar mereka mampu bertahan dan meningkatkan taraf hidup di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi dan inflasi musiman.

Upaya ini difokuskan pada strategi agar para pedagang kecil bisa bangkit lewat inovasi produk dan pemasaran yang lebih baik. Mahasiswa yang tergabung dalam relawan Bapomi memberikan pendampingan mengenai standar kebersihan makanan (higienitas) serta cara pengemasan yang lebih estetik. Selama ini, banyak pedagang yang hanya menggunakan plastik biasa tanpa label. Dengan pendampingan Bapomi, para pedagang diajak untuk membuat merek sederhana dan menyusun tampilan dagangan agar lebih menarik minat pembeli. Visual yang bersih dan menarik terbukti secara signifikan mampu meningkatkan volume penjualan takjil di pasar-pasar kaget.

Selain aspek visual, mahasiswa juga membantu para pedagang dalam hal manajemen modal. Banyak pedagang kecil di Prabumulih yang masih terjebak dalam praktik pinjaman tidak resmi dengan bunga tinggi. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pengelolaan arus kas sederhana agar modal usaha tidak habis terpakai untuk konsumsi rumah tangga sehari-hari. Mereka juga menghubungkan pedagang dengan akses pembiayaan mikro yang lebih sehat atau program bantuan modal dari donatur. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa keuntungan yang didapat selama Ramadan bisa menjadi modal untuk usaha berkelanjutan setelah bulan puasa berakhir.

Bapomi juga memanfaatkan jaringan organisasinya untuk melakukan promosi kolektif. Mahasiswa membuat “Peta Takjil Prabumulih” digital yang memuat lokasi dan menu-menu unggulan dari para pedagang binaan. Kampanye ini disebarkan melalui jaringan mahasiswa dan komunitas lokal, sehingga para pedagang mendapatkan luapan pembeli baru dari luar lingkungan biasanya. Inisiatif Bapomi dalam menggunakan kekuatan media sosial untuk mempromosikan UMKM lokal adalah bentuk nyata dari pengabdian tanpa batas, di mana prestasi tidak hanya diukur dari piala olahraga, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat sekitar.

Kategori: Berita