Panahan adalah olahraga yang menuntut tingkat konsentrasi dan stabilitas yang mendekati sempurna. Di Kota Prabumulih, para atlet mahasiswa telah mengembangkan sebuah metode latihan yang sangat spesifik untuk mencapai akurasi tersebut. Metode ini dikenal dengan nama Hening Sekejap, sebuah teknik pernapasan dan kontrol detak jantung yang dilakukan tepat sebelum anak panah dilepaskan dari busurnya. Teknik ini telah menjadi kunci sukses mengapa para pemanah dari Prabumulih hampir selalu mendominasi posisi tengah papan target (center) dalam berbagai kejuaraan. Bagi mereka, panahan bukan sekadar adu kekuatan lengan, melainkan adu ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk arena pertandingan.

Proses Hening Sekejap dimulai saat atlet menarik tali busur. Pada momen tersebut, mereka dilatih untuk menarik napas dalam secara perlahan melalui diafragma, bukan dada. Teknik pernapasan ini berfungsi untuk menurunkan kadar adrenalin dan menstabilkan otot-otot besar di punggung dan bahu. Saat posisi tarikan sudah maksimal, atlet akan memasuki fase penahanan napas yang sangat singkat. Di sinilah momen “hening” itu terjadi; pikiran dikosongkan dari segala gangguan suara penonton atau tekanan skor, dan fokus hanya tertuju pada satu titik kuning di tengah sasaran. Dengan penguasaan teknik ini, getaran halus pada tangan dapat dihilangkan sepenuhnya, memberikan jalur luncur yang sangat stabil bagi anak panah.

Latihan Hening Sekejap ini dilakukan secara rutin di pusat pelatihan mahasiswa Prabumulih, sering kali dalam kondisi lingkungan yang sengaja dibuat bising atau tidak nyaman. Tujuannya adalah untuk menguji sejauh mana atlet mampu menjaga fokus batinnya. Mahasiswa diajarkan bahwa detak jantung yang terlalu kencang dapat mempengaruhi tarikan busur, sehingga mereka harus mampu memerintahkan tubuh mereka untuk tetap tenang. Penguasaan terhadap saraf otonom melalui pernapasan ini adalah bentuk sains olahraga yang dipadukan dengan latihan mental yang mendalam. Akibatnya, saat bertanding, para pemanah Prabumulih tampak seperti sedang bermeditasi di atas garis tembak, sangat kontras dengan ketegangan yang dialami oleh lawan-lawan mereka.

Keunggulan dari teknik Hening Sekejap tidak hanya terbatas pada akurasi bidikan. Secara psikologis, teknik ini membantu atlet untuk pulih dengan cepat jika mereka melakukan kesalahan pada tembakan sebelumnya.