Kota Prabumulih bersiap mengguncang industri kreatif dan dunia olahraga melalui sebuah terobosan material yang berbasis pada kekayaan agrikultur daerah. Melalui perhelatan BAPOMI 2026, wilayah ini memperkenalkan sebuah Inovasi Pakaian Atlet revolusioner dalam penyediaan perlengkapan olahraga, yakni penggunaan pakaian atlet yang seluruh bahan bakunya berasal dari serat daun nanas. Sebagaimana diketahui, Prabumulih adalah penghasil nanas berkualitas tinggi, dan selama ini daunnya seringkali hanya menjadi limbah pertanian. Melalui riset teknologi tekstil tingkat lanjut, limbah ini kini bertransformasi menjadi benang berkualitas ekspor yang memiliki keunggulan kompetitif di lapangan.
Proses pembuatan pakaian ini melibatkan kolaborasi antara kelompok tani, industri tekstil kecil menengah, dan mahasiswa fakultas teknik kimia. Daun nanas diekstraksi seratnya melalui proses dekortikasi yang ramah lingkungan, kemudian ditenun menjadi benang yang sangat kuat namun tetap fleksibel. Hasilnya adalah sebuah pakaian atlet yang memiliki sirkulasi udara lebih baik daripada polyester sintetis dan memiliki kemampuan menyerap keringat yang luar biasa tanpa menimbulkan bau. Inovasi Pakaian Atlet ini menjadi solusi bagi kebutuhan pakaian olahraga yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para petani nanas di wilayah Prabumulih dan sekitarnya.
Bagi para atlet mahasiswa yang mengenakan seragam ini di ajang BAPOMI 2026, pengalaman ini memberikan kenyamanan fisik sekaligus kebanggaan kultural. Mereka menggunakan produk yang seratus persen berasal dari bumi Prabumulih. Pakaian dari serat nanas memiliki keunikan alami sebagai anti-bakteri, yang sangat penting bagi atlet yang aktif bergerak di bawah sinar matahari tropis. Prabumulih ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kemandirian industri olahraga nasional dapat dimulai dari pemanfaatan limbah pangan lokal yang selama ini terabaikan. Pakaian ini bukan sekadar alat pelindung tubuh, melainkan simbol kedaulatan sandang berbasis alam.
Edukasi mengenai ekonomi sirkular ini juga merambah ke sektor manajemen desain pakaian. Di setiap stand pameran BAPOMI, diperlihatkan siklus hidup nanas dari buah, limbah daun, hingga menjadi jersey yang modis. Kampanye penggunaan serat lokal ini diharapkan dapat menginspirasi desainer olahraga nasional untuk mulai meninggalkan bahan berbasis minyak bumi yang merusak lingkungan. BAPOMI Prabumulih telah membuktikan bahwa inovasi tidak harus selalu mahal atau mengandalkan teknologi impor, melainkan cukup dengan melihat potensi yang ada di halaman belakang rumah kita sendiri dengan perspektif yang baru.