Dalam arm wrestling, pergelangan tangan sering disebut sebagai “medan perang” utama. Kepemilikan dan kontrol atas pergelangan tangan lawan adalah kunci untuk memenangkan leverage dan mendominasi pertarungan. Kekuatan Pergelangan Tangan (Wrist Roll Power)—kemampuan untuk memutar, membengkokkan, dan mempertahankan posisi pergelangan tangan di bawah tekanan ekstrem—adalah elemen paling penting yang membedakan atlet amatir dari profesional. Kekuatan Pergelangan Tangan yang superior memungkinkan atlet untuk menerapkan Side Pressure Maksimal dan menjalankan strategi utama (Hook atau Toproll) tanpa terhalang.
Kekuatan Pergelangan sangat penting karena ia adalah titik tertinggi pada lengan yang berhadapan. Pemain yang kehilangan kontrol atas pergelangan tangannya akan kehilangan daya ungkit pada bisep dan otot lengan bawah, menjadikan seluruh lengannya lemah dan rentan terhadap pin lawan. Dalam teknik Toproll, atlet yang memiliki Kekuatan Pergelangan Tangan yang eksplosif dapat “mematahkan” pergelangan tangan lawan ke belakang dalam gerakan sepersekian detik di awal pertandingan (The Pin Setup), menghilangkan kemampuan serangan lawan secara instan.
Sementara itu, dalam teknik Hook, Kekuatan Pergelangan Tangan digunakan untuk membengkokkan pegangan ke dalam (cupping) dan menguncinya, memaksa lawan bertarung murni dengan kekuatan bisep. Pergelangan tangan yang kuat dapat menahan semua upaya lawan untuk meluruskannya. Seorang atlet yang memiliki pergelangan tangan yang sangat kuat bahkan dapat membalikkan serangan Toproll lawan menjadi Hook yang mematikan. Latihan khusus yang berfokus pada pronation (memutar ke dalam) dan supination (memutar ke luar) pergelangan tangan adalah rutinitas harian bagi atlet yang serius.
Untuk membangun Kekuatan Pergelangan yang dominan, atlet harus fokus pada latihan isolasi otot lengan bawah (forearm). Latihan menggunakan tali dengan beban yang digulirkan (disebut wrist roller) atau latihan cup dan toproll menggunakan handle khusus dengan beban berat adalah metode umum yang digunakan. Latihan ini harus dilakukan secara terstruktur. Sebagai contoh, di pusat pelatihan Arm Wrestling di Jawa Tengah, atlet diwajibkan menjalani sesi latihan khusus Wrist Roll Power setiap hari Kamis sore selama 90 menit, menggunakan beban yang lebih berat dari berat badan mereka sendiri. Disiplin dalam membangun Kekuatan Pergelangan Tangan inilah yang menjamin bahwa pemain memiliki leverage yang diperlukan untuk memenangkan game yang seimbang.