Masalah sanitasi dan kesehatan sering kali menjadi ancaman kedua yang lebih serius setelah air banjir mulai merendam pemukiman. Di Kota Prabumulih, para mahasiswa yang tergabung dalam BAPOMI menunjukkan kesiapsiagaan mereka melalui gerakan BAPOMI Salurkan Air Bersih & Obat untuk Korban Banjir. Gerakan ini lahir sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan warga akan fasilitas dasar yang hilang akibat luapan air yang merusak infrastruktur lokal. Mahasiswa menyadari bahwa dalam situasi darurat, kecepatan dalam menyediakan kebutuhan hidup dasar adalah kunci untuk mencegah timbulnya wabah penyakit di lingkungan warga yang terdampak musibah.
Fokus utama dari aksi kemanusiaan para BAPOMI setempat adalah pada penyediaan kebutuhan vital yang sering kali sulit didapatkan saat bencana terjadi. Mahasiswa melakukan pemetaan di titik-titik pengungsian dan wilayah yang terisolasi untuk melihat kebutuhan yang paling mendesak. Dari hasil pemantauan tersebut, ditemukan bahwa banyak warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan konsumsi layak serta mulai mengeluhkan gangguan kesehatan ringan namun mengganggu. Berbekal data tersebut, mahasiswa segera melakukan pengadaan bantuan yang bersifat solutif dan praktis untuk langsung digunakan oleh masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan mahasiswa adalah saat mereka mulai salurkan air bersih ke pemukiman yang sumurnya telah tercemar oleh air banjir. Air bersih merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar, baik untuk keperluan minum maupun memasak bagi warga di posko mandiri. Mahasiswa bekerja sama dengan penyedia layanan air untuk membawa tanki-tanki distribusi menuju lokasi yang sulit dijangkau. Upaya ini sangat krusial dalam menekan risiko penyakit diare yang sering kali melonjak tajam saat warga terpaksa menggunakan air yang tidak higienis karena ketiadaan pilihan lain.
Selain masalah air, tim mahasiswa juga membawa paket bantuan medis berupa obat untuk korban banjir yang mengalami keluhan seperti gatal-gatal pada kulit, demam, dan flu. Bantuan medis ini didistribusikan bersamaan dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri meskipun dalam kondisi darurat. Mahasiswa BAPOMI Prabumulih yang memiliki ketahanan fisik yang baik terjun langsung menyisir gang-gang yang masih tergenang air untuk memastikan bantuan kesehatan ini menjangkau mereka yang kesulitan untuk keluar rumah, terutama para orang tua yang rentan terhadap cuaca lembap pasca bencana.