Kreativitas sering dianggap sebagai domain eksklusif pikiran yang tenang, namun ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa aktivitas fisik berulang seperti lari dapat menjadi katalis kuat untuk Peningkatan Fungsi Kognitif. Proses berpikir yang terhenti atau brain fog seringkali terurai saat tubuh bergerak, memungkinkan otak untuk beroperasi lebih jernih dan efisien. Aktivitas lari secara teratur terbukti memberikan Peningkatan Fungsi Kognitif yang signifikan, memengaruhi kemampuan mengingat, fokus, dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, bagi para pekerja kreatif atau profesional yang membutuhkan ketajaman mental, Peningkatan Fungsi Kognitif melalui lari adalah strategi yang tak ternilai.
Secara biologis, lari intensitas sedang hingga tinggi meningkatkan aliran darah ke otak, memberikan suplai oksigen dan nutrisi yang lebih kaya. Aliran darah yang lebih baik ini merangsang pelepasan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), sebuah protein yang dijuluki “pupuk untuk otak”. BDNF berperan penting dalam mendorong pertumbuhan sel-sel saraf baru (neurogenesis) di area hipokampus, bagian otak yang bertanggung jawab atas memori dan pembelajaran. Penelitian dari Pusat Penelitian Neurologi dan Perilaku (PNBP) pada November 2024 menunjukkan bahwa subjek yang menjalani program lari pagi selama 45 menit setiap hari kerja memiliki skor tes memori jangka pendek yang lebih tinggi, mengonfirmasi manfaat lari bagi Peningkatan Fungsi Kognitif.
Selain itu, lari mempromosikan default mode network (DMN) otak, yaitu jaringan yang aktif saat pikiran sedang melayang bebas (mind-wandering). Saat tubuh sibuk dengan tugas mekanis berlari, pikiran memiliki ruang untuk menjelajah dan menghubungkan ide-ide yang sebelumnya tidak berhubungan—inilah inti dari proses kreatif. Seorang Arsitek dan Ultramarathon Runner, Ir. Adrian Syahputra, MT, dalam kuliah umum pada Kamis, 5 Juni 2025, berbagi bahwa ide-ide terbaik untuk desain proyeknya sering muncul saat ia berada di kilometer ke-10 larinya. Ia menyarankan lari minimal 30 menit di jalur yang tidak dikenal untuk memaksimalkan eksplorasi mental.
Untuk memastikan bahwa lari benar-benar mendukung Peningkatan Fungsi Kognitif tanpa gangguan, keamanan lingkungan sangat vital. Komunitas lari yang menggunakan Taman Margasatwa dan Jalur Hijau pada setiap sore, tepatnya pukul 17.00 WIB, selalu memastikan area steril dari bahaya. Pada kesempatan tertentu, mereka bekerja sama dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Bidang Keamanan Swakarsa, Bhabinkamtibmas Aiptu Sugeng Riadi, yang bertugas melakukan patroli rutin di area taman. Pengawasan ini bertujuan agar pelari dapat fokus sepenuhnya pada ritme dan pikiran mereka, memungkinkan proses kreatif dan peningkatan fungsi kognitif terjadi secara optimal dalam lingkungan yang aman dan mendukung.