Tim renang BAPOMI Prabumulih mengadopsi pendekatan ilmiah dalam pelatihan, menggunakan Drag Suit sebagai alat wajib. Rahasia di balik alat ini adalah penerapan Hukum Fisika, khususnya prinsip hambatan air (drag). Drag Suit dirancang untuk meningkatkan hambatan air secara signifikan.
Berdasarkan Hukum Fisika dasar, setiap objek yang bergerak di dalam fluida (air) akan mengalami gaya hambatan yang berlawanan arah. Drag Suit, dengan bahan jaring dan desain longgar, memaksimalkan gaya hambatan ini tanpa mengubah teknik renang atlet.
Peningkatan hambatan ini memaksa otot perenang bekerja jauh lebih keras di setiap tarikan dan tendangan. Latihan yang intensif ini adalah metode efisien untuk membangun kekuatan spesifik renang dan daya tahan otot yang diperlukan saat berpacu.
Ketika atlet melepas Drag Suit saat kompetisi, mereka merasakan efek kontras yang luar biasa. Hilangnya hambatan berlebih membuat tubuh terasa ringan dan pergerakan menjadi eksplosif. Ini adalah simulasi ilmiah untuk meningkatkan kecepatan.
Penggunaan Drag Suit juga berfungsi sebagai feedback instan. Jika teknik renang atlet tidak streamline (lurus dan ramping), hambatan yang dirasakan akan jauh lebih besar. Atlet dipaksa memperbaiki posisi tubuh agar meminimalkan area gesek.
BAPOMI Prabumulih menerapkan set latihan interval dengan Drag Suit. Mereka berenang jarak pendek dengan Drag Suit untuk membangun kecepatan eksplosif, lalu mengulanginya tanpa Drag Suit untuk merasakan kecepatan maksimum. Ini adalah aplikasi nyata Hukum Fisika.
Pendekatan ini selaras dengan Hukum Newton Ketiga (Aksi dan Reaksi). Semakin besar tenaga (aksi) yang dikeluarkan perenang melawan hambatan Drag Suit, semakin besar pula potensi gaya dorong (reaksi) yang dihasilkan tubuh mereka tanpa alat tersebut.
Melalui pemahaman Hukum Fisika dan penggunaan Drag Suit yang strategis, BAPOMI Prabumulih berhasil mengubah latihan berat menjadi senjata kompetitif. Mereka telah memecahkan kode ilmiah di balik kecepatan: kuasai hambatan, raih kecepatan optimal.