Di tengah tuntutan akuntabilitas dan profesionalisme manajemen olahraga modern, BAPOMI Prabumulih mengambil inisiatif untuk meningkatkan kapasitas manajerial para pengurus cabang olahraga mahasiswa. Salah satu kendala utama yang sering dihadapi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga adalah kesulitan dalam mengakses pendanaan akibat penyusunan administrasi yang kurang memadai. Menyadari hal tersebut, BAPOMI Prabumulih menyelenggarakan kegiatan Workshop Proposal Kegiatan Cabor Berstandar khusus untuk melatih para pengurus dalam menyusun draf rencana kegiatan yang memiliki nilai jual tinggi dan memenuhi standar akuntansi serta manajemen proyek yang ketat.

Pelaksanaan Workshop ini menghadirkan narasumber dari kalangan profesional bisnis dan birokrat yang ahli dalam bidang pengadaan barang dan jasa. Para peserta diajarkan bahwa sebuah dokumen perencanaan bukan sekadar daftar kebutuhan alat, melainkan sebuah narasi strategi yang menjelaskan tujuan, sasaran, hingga dampak sosial dari sebuah kegiatan olahraga. BAPOMI Prabumulih menekankan bahwa bahasa yang digunakan dalam draf tersebut harus lugas, didukung oleh data statistik performa atlet, serta memiliki rincian anggaran yang masuk akal. Kemampuan komunikasi tulisan yang baik adalah langkah awal bagi cabor untuk mendapatkan kepercayaan dari pihak donatur maupun pemerintah daerah.

Penyusunan Workshop Proposal Kegiatan Cabor Berstandar yang berkualitas juga harus mencakup aspek mitigasi risiko dan rencana keberlanjutan program. Sponsor atau pemberi hibah cenderung lebih tertarik pada kegiatan yang memiliki dampak jangka panjang, bukan hanya event sekali jalan yang habis dalam sehari. Dalam workshop ini, para mahasiswa diajarkan cara membuat jadwal kerja yang sistematis (Gantt Chart) dan indikator kinerja utama (KPI) yang jelas. Dengan dokumen yang rapi dan profesional, pengurus cabor di Prabumulih akan memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi saat harus mempresentasikan ide-ide mereka di hadapan para pengambil kebijakan atau pimpinan perusahaan swasta.

Standarisasi dalam setiap Kegiatan olahraga di lingkungan kampus menjadi target jangka panjang dari pelatihan ini. BAPOMI Prabumulih ingin agar setiap turnamen atau pusat pelatihan yang diadakan memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. Jika manajemen administrasinya sudah tertata dengan baik, maka pelaksanaan teknis di lapangan biasanya akan mengikuti dengan lebih lancar. Kerapihan dalam administrasi juga mencerminkan kedisiplinan organisasi tersebut. Prabumulih ingin dikenal sebagai daerah yang sangat tertib secara birokrasi, sehingga memudahkan proses audit dan evaluasi di akhir tahun anggaran bagi seluruh cabang olahraga mahasiswa.

Kategori: Berita