Dalam kerangka Prabumulih Tanggap Darurat, peran dukungan mental dan emosional seringkali terabaikan. Oleh karena itu, BAPOMI Prabumulih mengambil inisiatif penting dengan Latih Mahasiswa Jadi Relawan Psikososial yang fokus pada pemulihan trauma.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar konseling dan pendampingan, memastikan mereka mampu memberikan dukungan yang empatik kepada Korban Bencana. Kebutuhan akan bantuan psikososial sangat tinggi pasca-kejadian darurat.
Kurikulum pelatihan mencakup teknik active listening, manajemen stres pasca-trauma, dan cara memfasilitasi kegiatan healing berbasis komunitas. BAPOMI Prabumulih percaya bahwa pemulihan fisik harus berjalan seiring dengan pemulihan mental.
Mahasiswa yang menjadi Relawan Psikososial ini berasal dari berbagai disiplin ilmu, menciptakan tim yang beragam namun terkoordinasi. Mereka dilatih untuk bekerja secara tim di shelter atau posko pengungsian pasca bencana yang mendera.
Langkah BAPOMI Prabumulih ini adalah respons terhadap kesadaran bahwa Korban Bencana seringkali menghadapi dampak psikologis jangka panjang yang memerlukan intervensi dini. Kehadiran relawan kampus yang terlatih memberikan rasa aman emosional.
Inisiatif ini secara efektif memperkuat kapabilitas Prabumulih Tanggap Darurat secara menyeluruh, menambahkan dimensi kemanusiaan yang mendalam pada respons bencana. Dukungan psikososial adalah komponen vital dalam rehabilitasi masyarakat.
Tim yang dibentuk oleh BAPOMI Prabumulih ini diharapkan dapat menjadi sumber daya tetap yang siap dimobilisasi kapan saja dibutuhkan, baik di Prabumulih maupun wilayah sekitarnya. Kesiapan ini menciptakan jaringan support yang handal.
Melalui program Latih Mahasiswa Jadi Relawan Psikososial, BAPOMI menunjukkan peran progresif kampus dalam pembangunan ketahanan mental masyarakat. Mereka mengubah kerentanan pascabencana menjadi peluang untuk pemulihan.
Dengan memprioritaskan dukungan psikososial, BAPOMI Prabumulih memberikan kontribusi unik dan berharga dalam membantu Korban Bencana bangkit kembali. Ini adalah investasi jangka panjang dalam kesehatan mental komunal.