Dunia dokumentasi olahraga mengalami revolusi besar seiring dengan hadirnya teknologi pemantauan udara. Di Kota Prabumulih, BAPOMI menghadirkan sebuah inovasi yang memukau dalam menyajikan tayangan pertandingan sepak bola antar mahasiswa. Alih-alih menggunakan kamera konvensional dari pinggir lapangan, mereka memanfaatkan perangkat terbang tanpa awak untuk mengambil sudut pandang yang lebih dramatis dan taktis. Uniknya, perangkat yang digunakan bukan hasil pembelian barang jadi yang mahal, melainkan sebuah kecanggihan teknologi yang lahir dari tangan-tangan kreatif mahasiswa melalui proses perakitan mandiri.

Proyek ini bermula dari keinginan untuk memberikan evaluasi taktik yang lebih mendalam bagi pelatih dan pemain. Dengan sudut pandang dari ketinggian, pergerakan posisi pemain dan aliran bola dapat terlihat dengan sangat jelas, mirip dengan siaran liga-liga besar di dunia. BAPOMI Prabumulih memfasilitasi mahasiswa dari jurusan teknik dan olahraga untuk berkolaborasi merakit perangkat tersebut. Penggunaan drone rakitan ini membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang bagi sebuah organisasi untuk mengadopsi teknologi tinggi, asalkan ada kemauan untuk belajar dan berinovasi secara kolektif.

Dalam setiap pertandingan, tim dokumentasi BAPOMI bertugas mengoperasikan perangkat tersebut untuk melakukan liputan secara langsung. Data visual yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk konsumsi konten media sosial, tetapi juga menjadi bahan diskusi teknis di ruang ganti. Pelatih bisa menunjukkan kesalahan posisi pemain secara akurat melalui rekaman udara tersebut. Inovasi ini secara otomatis meningkatkan standar kualitas kompetisi bola di tingkat mahasiswa, di mana setiap tim kini didorong untuk bermain lebih taktis karena sadar setiap pergerakan mereka terpantau secara detail dari atas langit lapangan.

Keunggulan dari perangkat rakitan ini adalah fleksibilitas dalam modifikasi sesuai dengan kebutuhan lapangan di Prabumulih. Para mahasiswa belajar tentang aerodinamika, sistem transmisi video, hingga manajemen daya baterai. BAPOMI ingin menciptakan mahasiswa yang tidak hanya mahir menendang bola, tetapi juga melek terhadap perkembangan teknologi pendukung olahraga. Proses perakitan ini menjadi ajang transfer ilmu yang sangat berharga, di mana teori yang didapat di ruang kelas diaplikasikan secara langsung untuk memecahkan masalah praktis di lapangan hijau. Hal ini membangun kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi era industri olahraga 4.0.

Kategori: Berita